Kembali akan ku ceritakan kisah antara aku, kau, dan mereka yang pernah menjadi masa lalu. Aku dan engkau telah mengakhiri semuanya, tepatnya tanggal 16 juni 2011. Kini tak ada lagi crita tentang hujan, jalanan banjir, video gila dan sederet kenangan lain yang sampai sekarang masih membekas di ingatanku.
Ini masih cerita tentang engkau k’Alga. Aku mungkin tipe orang yang akan selalu mencatat kejadian penting di masa lalu. Diantaranya:
29 November 2009_ Aku yakin engkau juga pasti masih mengingatnya. Hari itu adalah awal dimana kita memulai cerita indah. Tepatnya pukul 16. 26 WITA, aku mengiyakan permintaan hubunganmu. Aku yang sebelumnya benci setengah mati kepadamu, akhirnya luluh melihat keyakinan dan ketulusanmu. Istilahnya, Benci jadi Cinta.
4 Mei 2010 pukul 15.20 WITA. (Kalau engkau sempat mengintip postingan ini, aku menantangmu untuk menebak apa yang terjadi di hari itu. Kenapa aku sampai-sampai mencantumkannya sebagai kejadian penting, yah…bagi engkau mungkin tidak penting)
1 April 2010 pukul 03.00 dini hari WITA, aku bercerita tentang masa laluku, masa lalu yang suram, penuh gejolak dan kenakalan. Tapi yang aku ingat waktu itu engkau tak peduli dengan semuanya dan mau menerimaku apa adanya. Saat itu aku semakin yakin kepadamu. “Aku tidak akan mengecewakanmu kak”, itu janjiku saat itu.
3-5 Agustus 2010 adalah kegiatan BPM (Biologi Peduli Masyarakat) istilah kerennya BAKSOS. Ada apa di hari itu? Mulai dari awal keberangkatanku menuju lokasi baksos hingga kegiatan itu selesai menyimpan banyak kenangan tentang dia. Kejadian ketika engkau ku bawa ke rumah yang menimbulkan kontroversi di keluargaku. Saat-saat indah di lokasi baksos, yang paling ku ingat itu waktu ada anak SMA peserta BPM yang tertarik padamu. Sempat cemburu tapi ku pendam. Sepulang dari BPM, sesuatu hal besar terjadi dan mengancam hubungan kita. Kakakku tidak terima ketika engkau ku bawa ke rumah, katanya tidak sopan membawa laki-laki dari luar kota apalagi cuma berdua. Yah memang waktu aku tidak pernah membayangkan hal itu terjadi. Aku dan engkau mendapat teguran keras dari dia (kakakku) sampai-sampai kita disuruh putus. Keluargaku yang lain pun turun tangan dalam hal ini memberikan sorotan tajam tentang kejadian itu. Tapi hujan dan badaiakhirnya berlalu tetapi tidak dengan hubungan kita, Cinta kita kuat waktu itu, kita mampu menghadapi semuanya. Malahan hubungan kita semakin erat dengan adanya serangan itu, engkau berjanji akan mengakhiri semuanya di usiaku yang ke-25 nanti. Ya, aku bersedia menunggu waktu yang tepat itu. Hari-hari indah di kampus orange terpancar dari raut wajahku.
16 Juni 2011 sekitar jam 10.00 WITA, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita yang semakin hancur. “Aku muak dengan hubungan ini, aku muak selalu disalahkan!!” kurang lebih itu kalimat yang ku kirimkan kepadanya melalui sms. Dia pun mengiyakan keputusanku. Sepertinya dia juga lelah dengan sikapku. Aku mencoba ingin mengulang kembali bagaimana kronologis kejadian saat-saat menyeramkan itu.
Hari itu, entah hari apa dan tanggal berapa, aku yang masih di kampung halaman mendapat sms dari dia katanya dia akan berangkat ke Malang dalam waktu dekat. Seketika aku heran dan menanyakan tujuan keberangkatannya ke sana.
“Ada pertemuan Ikahimbi se-Indonesia mengenai konservasi lingkungan, semua pengurus himpunan Biologi di undang”, jawabnya.
“Jammiki’ we’ pergi, kenapa bukan k’taufik atau pengurus lain yang pergi, z kira kita BPOmiki?”tanyaku dengan nada sedikit kecewa.
“Mereka semua terhambat di dana. Kan sekalian jalan-jalan toh, sudahma janji mauka ke tempatnya iccang (sahabat lamanya)”, tambahnya semakin yakin untuk pergi.
“Kitaji paeng, yang penting hati-hatiki disana”, balasku.
Setelah sehari sampainya di Malang, aku iseng-iseng membuka blognya dan ku dapati postingan terakhir catatan mengenai perempuan di masa lalunya. Hatiku semakin hancur setelah membaca isi catatan itu yang sebagian besar pujian untuk perempuan yang bernama samaran Bunga itu. Sontak dipikiranku memikirkan hal yang aneh-aneh, jangan-jangan tujuannya ke sana sekalian untuk bertemu Bunga. Aku menyerah, sms untuknya ku hentikan. Sms darinya tak ku gubris, bahkan ketika ia berniat membeli oleh-oleh untukku, aku tak peduli. Dipikiranku hanya ada Bunga, Bunga dan Bunga. Kenapa dia tega membuat catatan seperti itu, seolah-olah aku ini tidak dianggap. Diam… hanya itu yang bisa ku lakukan berharap dia angkat bicara mengenai hal ini. Engkau memang tidak peka dalam hal begini. Ya sudah, sepertinya engkau masih mengharapkannya, aku ikhlas melepasmu untuknya. Engkau tak bisa melupakannya. Aku pasrah meski menyimpan cemburu. Tiba-tiba suatu hari aku berinisiatif untuk mempertemukan kalian, aku mencari sumber mengenai perempuan yang pernah engkau sukai waktu SMP. Ternyata nama aslinya Resi Suminar. Kucari di facebook tapi tak ku temukan. Aku ingat aku berteman dengan k’iccang diFB, mungkin saja seseorang didaftar temannya ada yang memiliki nama tersebut. Ya, dapat!! Tapi sayangnya foto profilnya tidak ada. Ku utak atik fbnya sampai akhirnya yang kudapatkan hanya 1 fotonya. Ternyata orangnya manis dan kalem, tidak salah kalau k’alga suka padanya. Dua hari berlalu dalam diamku, akhirnya kuputuskan untuk memosting fotonya di FB k’alga. Bahagia bercampur sedih, itu yang kurasakan sampai air mataku tak dapat ku bendung. Dua hari berlalu sejak foto itu masih terpajang di wall FBnya k’alga, aku memutuskan untuk bungkam mengenai diamku. Aku tak berharap banyak dari dia, ternyata dia memilih menghapus catatan blognya daripada putus. Dia memilihku! Ada sinyal hubunganku akan membaik.
Keesokan harinya, pagi-pagi setelah kuliah profesi keguruan, ada sms masuk darinya:
Maaf di’ kalo mauki kirim foto di akunku, pikir2 dlu. Tabe.
Kubalas smsnya: Apa? Tdk trima? Sy sdh pkir jauh2 hari sblum kirim i2 fto. Sy muak dngn hbngnta. Qt putus saja!
Balasan darinya: Klo i2 yang bsa ksi brhentiki muak, OK
Ternyata sinyal akan membaiknya hubunganku itu hanya akan menjadi bunga tidurku saja. Aku tahu engkau orang yang konsisten, engkau pernah berkata padaku sekali putus ya putus saja. Tidak ada kata balikan. Kata-kata itu masih ku simpan sampai sekarang. Itulah akhir kisahku. Tak ada benci untuknya, saat ini aku hanya ingin berusaha menenangkan diri yang masih belum stabil. Aku telah gagal dua kali. Aku gagal bersama k’ Fadly selama 4 tahun dan kini aku gagal bersama k’Alga selama 1 tahun 7 bulan. Selamat jalan kenanganku….